Beranda » Berita » Hari HAM Internasional, SMI Medan Berunjukrasa

Hari HAM Internasional, SMI Medan Berunjukrasa

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Desember 2011
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional di Medan hari ini,Sabtu (10/12)  ditandai dengan aksi unjukrasa.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), secara tegas mengecam pemerintahan SBY-Boediono, yang dinilai gagal dalam menuntaskan segala bentuk pelanggaran HAM di tanah air.

Sebaliknya, mereka menuding aparat keamanan sebagai institusi paling bertanggungjawab dalam terjadinya berbagai kasus pelanggaran ham di negeri ini.

Ttidak hanya mengusung berbagai spanduk berisi kecaman terhadap Rezim SBY-Boediono dalam menjalankan roda pemerintahan, di hadapan pengguna jalan raya yang melintas di kawasan Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan, para mahasiswa yang tergabung dalam SMI ini, juga menuding pemerintah telah gagal dalam menata sistim keamanan.

Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai kasus kekerasan terhadap rakyat, termasuk kasus penembakan petani, kasus kekerasan terhadap pedagang, perampasan tanah warga dan arogansi aparat keamanan yang semakin menjadi-jadi terhadap warga sipil di tanah air. Salahsatu contoh terkait kasus tambang emas Freeport di Papua, yang terus mengorbankan rakyat demi kepentingan asing.

Untuk itu, SMI mendesak pemerintah harus mampu  menyelesaikan persoalan rakyat tersebut, sebelum rakyat semakin pesimis dan hilang rasa kepercayaan terhadap pimpinan negara. “Kita tahu, aparat keamanan yang diharapkan mampu melindungi rakyat, malah bertingkah sebaliknya bertindak semena-mena dan tercatat sebagai institusi tertinggi dalam melakukan pelanggaran HAM di negeri ini” tegas Martin, Koordinator aksi.

Selain mengusung berbagai kasus kerakyatan, aksi ini juga dijadikan momen oleh mahasiswa untuk menolak RUU Perguruan Tinggi Tahun 2011 dan RUU Pengadaan Lahan. Juga mendesak pemerintah segera mencabut Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 serta minta kebebasan berekspresi, berpendapat dan berorganisasi di kampus.

Untuk mendapat dukungan penuh dari masyarakat,  aksi ini juga dilanjutkan ,mahasiswa dengan melakukan aksi berjalan kaki menyusuri sekitar Pasar Tradisional Petisah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: