Beranda » Berita »

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

SRY
Solidaritas Rakyat Yogyakarta

(Serikat Pekerja SPBU Gedong Tengen, Serikat Mahasiswa Indonesia, Perjuangan Pemuda Pembebasan Nasional)

“KAPITALISME TELAH GAGAL MENSEJAHTERAKAN RAKYAT,
LAWAN REZIM BORJUIS SBY-BD &
BANGUN PERSATUAN GERAKAN RAKYAT”

Sebelum kita terlarut dalam hingar-bingarnya pelantikan presiden yang baru. Patut bagi kita mempertanyakan sebelumnya, kepada siapakah rezim yang baru ini akan mengabdi? Kepada kepentingan rakyat atau kepada kepentingan pemodal besar dalam hal ini Imperialisme. Dan akan dibawa kemanakah Negara ini oleh rezim yang baru ini? sebelum menjawab pertanyaan itu, patut kiranya buat kita untuk melihat perjalanan presiden sebelumnya, yang juga sebentar lagi akan dilantik untuk kedua kalinya.

Selama lima tahun SBY memerintah di Negara ini,

kebijakannya justru seringkali sangat bertentangan dengan apa yang menjadi harapan rakyatnya. Kebijakan-kebijakanya justru berakibat pada semakin bertambahnya beban hidup yang harus ditangung rakyat Indonesia. Hal ini tentunya tidaklah mengherankan bagi kita, karena kita juga tahu siapa SBY sebenarnya. Walaupun pada saat SBY berkampanye sebelum dilantik pada tahun 2005 yang lalu, kampanyenya juga selalu menekankan pada sektor-sektor kerakyatan, akan tetapi setelah dia memrintah kebijakanya justru membuat jutaan rakyat indonesia semakin terjerat dalam kehidupan yang memprihatinkan. Begitu juga produk-produk hukum yang di buat selalu saja menguntungkan para kaum KAPITALIS, tentu saja juga dengan elit-elit politik borjuis yang sampai saat ini semakin menampakan watak anti kerakyatanya serta menjadi pendukung utama dari pemerintahan SBY. Intinya, dari presidenya hingga elit-elit politik yang lainya sama-sama mendapatkan keuntungan dari kaum pemodal (imperialis), sementara rakyatnya dijadikan tumbal. Tanpa rasa malu dengan telanjang elit-elit politik borjuis menari-nari di atas penderitaan rakyatnya. Kemenangan SBY-BD dengan dempkratnya semakin memperkukuh bahwa Indonesia Pemerintahan Kapitalis semakin mengukuhkan posisi dan Kekuasaannya di indonesia sebagai kelas borjuasi yang akan terus menghisap dan menindas kelas buruh serta seluruh rakyat indonesia. Kenyataan pertama, adalah keseluruhan perangkat regulasi (peraturan perundang-undangan) sudah hampir selesai. (Undang-undang Migas, Ketenagakerjaan, Perpres mengenai Pembebasan Lahan untuk Kepentingan Umum, Pendidikan Nasional, Badan Hukum Pendidikan, Pemilihan Umum, Otonomi Daerah hingga terakhir membahas Kawasan Ekonomi Khusus Ekslusif (KEKI), Ketenagalistrikan, hingga Kerahasiaan negara).

Sangat disayangkan memang, Negara yang begitu kaya raya akan sumber daya alam, sementara rakyatnya justru sangat sengsara. Situasi yang sangat ironis. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kemiskinan, yang sedang dialami oleh rakyat indonesia ini, bukanlah hal yang terjadi tanpa sebab. Kalau saya boleh berpendapat bahwa kemiskinan yang akut ini dikarenakan tidak adanya inisitif dari pemerintahnya untuk megelola kekayaan alamnya dengan sepenuh-penuhnya untuk kepentingan rakyat, yang ada hanyalah untuk kepentingan pemodal. Hal ini bisa kita lihat produk Undang-Undang yang dibuat oleh rezim SBY-JK, misalnya UU no 25 tahun 2007, tentang penanman modal asing, yang sangat kentara bahwa yang di untungkan dari UU itu adalah pemodal besar, akan tetapi SBY seakan tidak mau tahu bahwa rakyat indonesia sangat dirugikan dengan UU itu. Yang jelas SBY tidak bodoh, tidak buta, dan tidak tuli, sehingga dia bukan tidak tahu, terhadap apa sebenarnya yang sedang di alami oleh rakyat Indonesia, akan tetapi karena mereka (baca: kepemrintahan SBY-JK) hanya menjadi boneka dari imperialisme maka dengan sengaja SBY dan elit-elit politik yang ada sebenarnya justru dengan sengaja membuat berbagai macam produk hukum yang sangat menindas rakyatnya. Rezim yang harus dan pantas kita lawan!

Begitu juga disektor pendidikan. Pendidikan yang sebenarnya sangat vital dalam kemajuan sebuah bangsa, justru digadaikan oleh SBY dan elit-elit politik burjois terhadap kepentingan para pemodal. Pendidkan, juga dijadikan ajang untuk pelipatgandaan modal. Hal ini sebenarnya serbenarnya sesuai dengan agenda kepemerintahan SBY-JK, yaitu untuk meliberalisai semua sector, sesuai dengan pesanan dari lembaga-lembaga internasional (IMF, WB dll). Tidaklah mengherankan kemudian kalau proses kapitalisasi di indonesia semakin merasuki ke segala sector, termasuk di sector pendidikan. Hal ini bukan karena rakyatnya yang bodoh tapi karena pemerintahnya yang tidak tahu malu dan bahkan dengan terang-terang menjadi boneka dari Imperialisme.

Adanya UU BHP, misalnya dapat kita lihat, bagaimana dengan telanjangnya rezim SBY-JK menyerahkan pendidikan kepada pemodal dengan alasan biar pendidikan lebih mandiri tidak tergantung terhadap Negara dalam soal pendanaan,(alasan yang tidak bisa diterima walaupun dengan nalar yang sanagt sederhanapun). Dengan bahasa lain Negara tidak mau bertanggung jawab dalam soal pembiayaan di sector pendidikan.. Pendidikan di bisniskan, oleh pemerintahan SBY-JK. Praktek Liberalisasi dan Privatisasi makin merasuk ke dalam urat nadi Pendidikan Nasional. Akses Rakyat Indonesia terhadap hak atas pendidikan hingga perguruan tinggi semakin tertutup, setelah hampir seluruh kampus menaikan biaya pendidikan atau SPP tahun ini, ditambah lagi praktek pungutan liar yang bergulir dibeberapa perguruan tinggi di indonesia. Hal ini pun ditandai dengan pengkebirian Demokrasi di dalam kampus, seperti kegiatan penerimaan mahasiswa baru sepenuhnya di operatori oleh birokrasi kampus (menjadi arahan Nasional melalui DIKTI), dengan kata lain posisi tawar mahasiswa semakin kecil terhadap birokrasi kampus. Namun hal ini, harus diturunkan kembali oleh SMI, menjadi Strategi Taktik Perjuangan ditingkatan komisariat dalam usaha meradikalisasi mahasiswa di kampus.

Demokrasi Liberal semakin merasuk kedalam sistem perpolitikan Indonesia. Kenyataan yang didapat adalah geliat langgam gerak partai politik dan elite politik borjuasi yang hanya memperkuat posisinya masing-masing, yang sejatinya tetap mewakili dan memperkuat kelas borjuasi. Secara kasat mata terlihat “cek-cok” atau “berselisih” bersaing memperebutkan kursi dan tiket bupati, dprd, gubernur, dpr, presiden, hingga menteri. Namun tetap tidak membawa kesejahteraan bagi kelas buruh dan rakyat indonesia. Elit-elit politik burjois kembali melakukan pembodohan terhadap rtakyat Indonesia, dengan mengobralkan janji terhadap rakyat pada saat pemilu 2009 yang telah dilkasanakan kemaren. Bgitu juga yang terjadi terhadap gerakan rakyat. Gerakan Rakyat di Indonesia, kembali ditelikung oleh Borjuasi pada saat bergulirnya Pesta Demokrasi Borjuasi 2009, ketika sebelumnya secara terus-menerus menelanjangi kebobrokan Kapitalisme, justru usaha-usaha dan isu-isu tersebut yang dimanfaatkan oleh partai dan elite borjuasi untuk mendulang suara pada saat Pemilu berlangsung. Fragmentasi pun masih mewarnai gerakan rakyat di Indonesia, dan hal ini pun berdampak pada usaha-usaha pelembagaan dan pembangunan persatuan secara nasional. Namun hal tersebut, tidak menyurutkan langkah kita untuk memulai membangun organisasi-organisasi sektoral yang dimulai dari inisiatif kita sendiri sebagai investasi perjuangan jangka panjang.

Oleh karenanya, kami dari SRY (Solidaritas Rakyat Yogyakarta), merasa perlu untuk menyatakan sikap politik dalam pelantikan SBY-BUDIONO pada tanggal 20 oktober 2009. Hanya sekedar catatan bahwa pada pelantikan ini, cukup memakan biaya yang sangat besar, sekitar lebih dari Rp 1 M. Kita sebagai rakyat indonesia yang sampai hari ini masih tertindas dalam segala sektor, harus tidak rela, ketika uang Negara digunakan untuk membiayai pemerintah yang sangat anti rakyat ini. Harus kita lawan. Sekaligus juga kami dari SRY menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia termasuk juga kepada elemen-elemn yang selama ini masih konsisten berada di posisi yang berlawan, untuk tetap terus menerus melakukan perlawanan terhadap rezim yang anti rakyat. Bukan lagi saatnya buat rakyat Indonesia mengantungkan harapan akan adanya perubahan kepada elit-elit politik borjuis yang sebentar lagi akan di lantik. Kita harus mulai menyadari bahwa perubahan itu ada ditangan kita sendiri. Di samping itu juga, sudah saatnya kita menggalang persatuan secara Nasional demi terbebasnya rakyat indonesia dari belenggu IMPERIALISME.

SMI menuntut pada Negara:
Sektor Pendidikan
1. Cabut UU BHP
2. Lawan Kapitalisasi Pendidikan
3. Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis dan Bervisi Kerakyatan Semua Jenjang Pendidikan
Sektor Buruh
1. Tolak sistem kerja kontrak dan out sourching
2. Naikan upah buruh
3. Tindak tegas pengusaha yang tidak memberikan THR pada pekerja
4. Dinsosnakertrans harus menjalankan fungsi kerjanya
5. Tindak tegas, pengusaha yang melakukan pemberangusan serikat pekerja
6. Berikan Jamsostek kepada pekerja
Sektor Petani
1. Berikan teknologi dan pendidikan
2. Berikan subsidi
Sektor Kaum Miskin Kota
1. Tolak penggusuran
2. Berikan lapangan pekerjaan yang layak

Solusi:
1. Lawan Rezim Borjuasi
2. Reforma Agraria Sejati
3. Industrialisasi Nasional
4. Nasionalisasi Aset-aset Vital
5. Putuskan Hubungan dengan Lembaga Donor Internasional (IMF, World Bank, dll.)
6. Bekerja Sama dengan Negara lain yang Progresif-Anti Imperialisme
7. Bangun Persatuan Gerakan Rakyat yang Progresif-Anti Imperialisme

Yogyakarta, 20 Oktober 2009

Iklan

3 Komentar

  1. abdi berkata:

    cuman sejarah yang akan membuktikan mana taktik dan strategi yang tepat u. penegakan sosialisme kawan…….

  2. abdi berkata:

    aksi massa adalah media bagi kita untuk memperluas basis dan tuntutan… perjuangan sesungghnya adalah pada kemampuan kita untuk memanfaatkan peluang yang ada dalam merebut kekuasaan dengan menggantikannya dengan ssitem sosialisme…… aneh memang gak percaya pada parlemen tapi pada saat demonya…! sasarannya adalah DPR dan DPRD.. bukankah itu adalah bagian dari pemilu…..

  3. Bang Ngangan berkata:

    salam kenal buat kawan-kawan SMI Imperialisme harus terus kita gerus begitu juga dengan rantai-ranti terlemahnya yg bercokolan dinegeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: