Buruh

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Buruh Kepung PHI
New Picture
MAJU. Persoalan-persoalan kelas buruh memang tidak akan pernah selesai di bawah cengkeraman sistem kapitalisme di mana hasil kerja buruh selalu diambil oleh kelas pemilik modal dan semakin memperkaya diri sendiri (pemillik modal) sementara kesejahteraan kelas buruh seperti Upah, tunjangan-tunjangan yang diberikan tidak seimbang dengan hasil kerja yang dihasilkan, itulah petikan orasi dari salah satu massa aksi.

Massa aksi dari tiga serikat buruh diantaranya Serikat Pekerja Kereta Api JABOTABEK (SPKAJ), Serikat Pekerja Carrefur Indonesia (SPCI), Buruh PT Megaria, FPBJ PTP Nurindo dan solidaritas dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melakukan unjuk rasa di depan Peradilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta yang memulai aksinya dari jam 10:00 WIB.

Kesemua Serikat buruh pada dasarnya memiliki kasus yang sama yaitu meminta keadilan terkait dengan hak-hak normative kelas buruh yang telah di atur dalam Undang-Undang Tenaga Kerja no.13 tahun 2003 yang tidak dipenuhi atau telah dzolimi oleh para pengusaha (kelas pemodal) ditempat kerja mereka masing-masing. SPKAJ menuntut keadilan atas status kerja yang tidak jelas atau masalah out sourcing karena para anggota dari SPKAJ telah bekerja puluhan tahun tapi status kerja masih menjadi pekerja tidak tetap dan juga peroalan Upah yang tidak layak bahkan atas perjuangan tersebut anggota SPKAJ diintimidasi oleh PT KAI melalui Kencana V sebuah lembaga outsourcing. Sementara FPBJ PTP Nurindo berjuang menuntut hak-haknya seperti, Upah, Jamsostek, akan tetapi PT Nurindo membalasnya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Begitu juga dengan SPCI dan Buruh PT Mega Ria menghadapi persoalan-persoalan hak-hak normative yang tidak diberikan oleh pihak perusahaan.

Massa aksi melakukan orasi secara bergantian dari serikat buruh yang tergabung dalam aksi termasuk juga orasi dari organisasi yang bersolidaritas. Dari semua orasi politik yang muncul semua serikat mengecam dengan keras atas segala tindakan kelas pemodal yang sewenang-wenang dan mengecam penguasa yang tidak pernah menunjukkan keberpihakan pada kelas buruh malah sebagai antek-antek dari pengusaha atau dengan kata lain menghamba pada para pemodal, tidak selesai disitu lembaga-lembaga penegakan hukum seperti PHI, MA terjadi mafia peradilan di mana penegakan hukum tunduk pada kepentingan para pemodal sehingga keadilan hanya dimiliki oleh mereka yang berduit dan yang memiliki kekuasaan (hukum bisa dibeli).
Atas dasar hal itulah kelas buruh dari berbagai serikat-serikat buruh mengeluarkan pernyataan bersama tentang perlawanan atas mafia peradilan sehingga keadilan bener-bener bisa ditegakkan dalam hal ini keadilan bagi kelas buruh yang sudah lama ditindas dan dihisap.

Diakhir aksinya massa aksi menyerukan untuk selalu membangun, memperkuat persatuan yang secara konkrit ditunjukkan dalam tindakan saling memberikan solidaritas sesama serikat atas kasus masing-masing. Pada perjuangan jangka panjangnya pembangunan dan penguatan persatuan tentunya diarahkan untuk memenangkan pertarungan dengan musuh bersama kelas buruh yaitu kelas borjuasi. Buruh bersatu tidak bisa dikalahkan, Buruh berkuasa rakyat sejahtera. (*****KS).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: