Beranda » Berita » Kebangkitan Perlawanan Rakyat.

Kebangkitan Perlawanan Rakyat.

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kamis, 21 Mei 2009

 

 

11 Tahun Kejatuhan Rezim Otoritarianisme SOEHARTO

 

 

Jakarta, MAJU. Sekitar 70 orang yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat JABODETABEK (ABM) dan beberapa Organisasi yang mendukungnya melakukan aksi dalam bentuk konvoi motor di lima titik (Tugu Proklamasi, Salemba, Pancoran, Semanggi dan DPR RI) dalam rangka memperingati 11 tahun kejatuhan rezim otoritarianisme Soeharto. Massa aksi bergerak dari Tugu Proklamasi (Tuprok) ke Salemba sampai gedung DPR RI, dimasing-masing titik massa aksi melakukan orasi-orasi dengan menggambarkan peristiwa kejatuhan Soeharto dan menyerukan persatuan rakyat untuk menggulingkan rezim yang sama (rezim dan elit politik anti rakyat).

 

11 tahun yang lalu, puluhan ribu massa rakyat (tani, buruh, mahasiswa, kaum miskin kota dan kekuatan rakyat lainnya) beramai-ramai memadati jalan raya berjuang untuk menuntut perbaikkan hidup akibat krisis ekonomi dan kedaulatan rakyat akibat kekejaman rezim otoriter yang telah menyengsarakan rakyat Indonesia secara ekonomi-politik. Semangat perjuangan yang tinggi dari rakyat yang sudah lama tertindas oleh rezim di balas dengan tindakan-tindakan refresif dari militer mulai dari penculikan sampai dengan pembunuhan akan tetapi kondisi tersebut tidak menyurutkan perjuangan rakyat sampai akhirnya rezim otoritarianisme yang berkuasa selama 32 tahun dengan dukungan kapitalisme internasional dan kelas borjuasi Indonesia akhirnya ditumbangkan oleh kekuatan rakyat. Hal ini memberi pelajaran kepada rakyat Indonesia bhwa rezim anti rakyat hanyalah macan kertas yang tidak memiliki kekuatan riil dari rakyat dan pelajaran bahwa kekuatan rakyat yang bersatu akan sanggup menggulingkan rezim serta elit politik yang tidak berpihak pada rakyat, demikian pernyataan yang keluar dari beberapa orasi-orasi massa aksi.

 

Dalam pernyataan sikapnya ABM dan Ormass yang mendukungnya menggambarkan juga kondisi hari ini (11 tahun paska kejatuhan Soeharto) di mana Kekuasaan kelas pemodal (kapitalisme) menjadi biang dari setiap krisis ekonomi dan kemiskinan rakyat sampai dengan hari ini. Lebih lanjut krisis berdampak pada lebih dari 50 juta menjadi sangat miskin di dunia, 90 juta orang akan terjebak pada kemiskinan ekstrem, 1 milliar orang di dunia akan mengalami kelaparan akurt, sementara di Indonesia 37 % rakyat hidup dalam kemiskinan, 5 juta orang korban busung lapar dan gizi buruk, kurang lebih 1 juta kelas buruh akan di-PHK (ini belum termasuk orang yang dirumahkan secara sepihak yang tidak dilaporakan pada dinas tenaga kerja dan transmigrasi, puluhan juta anak negeri tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi akibat dari mahalnya biaya pendidikan, jumlah anak putus sekolahsekitar 4,5 juta jiwa sekitar 75-80% (7-8 dari setiap 10 orang) pelajar setingkat  SD-SMA putus sekolah.

 

Mengenai pemilu 2009 ABM menegaskan kembali bahwa pemilu bukanlah jalan keluar atas kesejahteraan rakyat karena bukan pemilu rakyat melainkan pemilunya para borjuasi yang hanya mementingkan kelasnya sendiri. Rakyat hanyalah massa yang dimanfaatkan oleh elit-elit politik untuk menuju kekuasaan dengan mengumbar janji-janji palsu yang terang-terang tidak akan direalisasikan. Sehingga elit-elit politik seperti; Gusdur, Megawati, Amien Rais, Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, SBY, Budiono, wiranto, hatta Rajassa, Srimulyani Indrawati, Sutrisno Bachir, Sri Sultan hamengkubuono, Akbar Tanjung, Rizal Ramli, Sutiyoso, Hidayat Nur Wahid, dan elit politik lainnya (termasuk caleg-caleg) adalah elit politik yang sudah lama terbukti mengeluarkan dan mengesahkan kebijakan-kebijakan anti rakyat tapi pro pasar, pelanggar HAM, Koruptor, tukang pengobral janji dan pendukung setia kelas pemodal, demikianlah point dari pernyataan ABM dalam memperingati 11 tahun kejatuhan rezim otoriarianisme Soeharto. ABM juga menyerukan kepada semua kelas pekerja dan rakyat Indonesia tertindas lainnya untuk segera membangun persatuan untuk meruntuhkan rezim, elit politik dan kelas borjuasi yang selama ini menyengsarakan rakyat dan menggantikannya dengan kekuasaan kelas buruh-Buruh Berkuasa Rakyat Sejahtera dan tuntutan yang tidak pernah lelah untuk perjuangkan yaitu pertama; Tolak Pemilu 2009, kedua; Tolak pemutusan Hubungan kerja (PHK), ketiga; Wujudkan Upah layak nasional bagi rakyat pekerja, keempat; Tolak sistem kerja kontrak dn outsourcing.

 

Massa aksi mengakhiri aksi di depan gedung DPR RI tepat jam 15:00 WIB setelah membacakan pernyataan sikap Aliansi Buruh Menggugat.(*****KS).

Iklan

1 Komentar

  1. Dedhy Kasamuddin berkata:

    Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: