Beranda » Berita » Karyawan Biskuit Mari Regal Datangi SPK Polda Metro

Karyawan Biskuit Mari Regal Datangi SPK Polda Metro

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Puluhan orang karyawan produsen biskuit Mari Regal, PT Jaya Abadi, melaporkan bagian personalia perusahaan Hendri atas perbuatan tidak menyenangkan.

Menurut para karyawan yang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Hendri telah memaksa para karyawan untuk menandatangani pernyataan kontrak kerja yang isinya melarang karyawan untuk melakukan mogok kerja dalam kondisi apapun.

Selain itu, para pegawai perusahaan yang berada di Jalan Pluit Selatan, Blok C, Nomor 9-12, Muara Karang Jakrta Utara ini diminta untuk mematuhi perintah dari pengusaha dan tidak membantah setiap perintah dari atasan.

“Yang paling parah jika pegawai tidak mematuhi poin di atas, pegawai dianggap mengundurkan diri tanpa diberi pesangon,” sebut salah seorang karyawan, Selasa (2/9/2008).

Sekjen Federasi Perjuangan Buruh Jabotabek (FPBD) Ganto Almansyah yang mendampingi para karyawan memaparkan, pada awalnya para karyawan meminta kenaikan gaji, namun mereka malah dipaksa menandatangani surat pernyataan tersebut.

Sebelumnya para karyawan sudah melakukan perundingan sebanyak dua kali, namun tidak ada titik temu dari para karyawan. Akhirnya para karyawan mengancam akan melakukan mogokm kerja, namun ditanggapi dengan surat pernyataan dari pihak perusahaan yang bersifat ancaman, yang isinya jika para karyawan masih mau bekerja, para karyawan harus menandatangani surat pernyataan.

Para karyawan yang mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja ini, menyebutkan alasan meminta kenaikan gaji ini dikarenakan, selisih gaji mereka dengan gaji para karyawan baru tidak jauh.

Salah seorang karyawan Darmi mengatakan, karyawan lama dengan yang baru perbedaan gajinya sebesar Rp500 ribu. Selisih ini menurutnya dikarenakan, upah karyawann baru telah sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR).

“Saya sudah bekerja selama 24 tahun. Tapi dari pertama bekerja sampai sekarang, selisih gaji saya segitu-segitu saja. Hanya naik 10 persen setiap tahun,” kata Darmi.

Darmin mengatakan, selama 24 tahun, gajinya saat ini hanya sebesar Rp1,4 juta. Hal yang sama juga dialami oleh Tarma (50), yang telah bekerja selama 36 tahun, yang digaji sebesar sama dengan Darmi, yakni Rp1,4 juta.

Para karyawan melaporkan atas pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan berdasarkan UU Tenaga Kerja No 13 tentang Ketenagakerjaan. Namun sayangnya, SPK tidak menerima dasar hukum Ketenagakerjaan. SPK menganjurkan karyawan melaporkannya ke Polres Jakarta Utara.

Iklan

1 Komentar

  1. hasiholan tytus berkata:

    semangat terus,sesuatu memang harus diperjuangkan.Peraturan harus ditegakkan,untuk mengatur hak dan kewajiban.Agar yang wajib menjadi wajib dan yang berhak menjadi berhak.

    keberhasilan dan kegagalan bukan hasil akhir,tapi gambaran awal lawan yang kita hadapi.Hancurkan semua bentuk penindasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: