Beranda » Berita » SMI dan FMMAN Unjuk Rasa ke DPRD Sumut

SMI dan FMMAN Unjuk Rasa ke DPRD Sumut

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tolak Elite Politik Borjuis dan Tutup Sarang Maksiat

Dua kelompok mahasiswa masing-masing mengatasnamakan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Forum Mahasiswa dan Masyarakat Anti Maksiat dan Narkoba (FMMAN), Kamis (14/8), adakan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Sumut, menolak elite-elite politik borjuis dan minta Poltabes Medan menutup tempat-tempat hiburan malam, khususnya yang menjadi sarang maksiat dan narkoba.

Melalui pernyataan sikapnya, SMI menegaskan, praktik dan perilaku elite-elite politik borjuis lebih banyak pro pemodal yang mendukung dan membiayai kegiatan secara langsung maupun tidak langsung, sehingga jika menang dalam pemilu, kemenangan itu diperuntukkan kepada para pemodal, bukan massa rakyat yang menjadi konstituennya.

Dikatakan, 63 tahun Indonesia merdeka, ternyata kedaulatan ekonomi-politiknya secara defackto masih digadaikan para elite politik yang bersekutu dengan para pemodal, dalam dan luar negeri, sehingga kemerdekaan sejati 230 juta jiwa rakyat Indonesia semakin dirampas dan ditentukan segelintir orang (elite politik dan pemodal).

Menurut SMI, secara konkret saat ini di seluruh dunia dan Indonesia gemar mencuat subsidi rakyat, menaikkan harga kebutuhan seenaknya, menjual BUMN strategis, membuat upah buruh murah dan meminggirkan petani dari lahan garapannya, sampai mengkondisikan kaum miskin di perkotaan untuk bertindak kriminal. Semuanya itu cermin kegagalan negara kapitalisme Indonesia untuk menyejahterahkan rakyatnya.

“Semua elite politik, baik yang berkuasa di eksekutif dan legislatif maupun yang bernafsu untuk berkuasa di negara ini, secara prinsip tidak pernah memberi solusi konkret untuk menjalankan agenda-agenda kerakyatan, seperti membangun industri nasional, menjalankan reforma agrarian, memutus hubungan dengan negara-negara imperialis, nasionalisasi aset-aset vital, membangun kerja sama dengan negara-negara anti imperialisme, memperbesar subsidi untuk kesejahteraan rakyat,” sebut SMI.

Sementara FMMAN menuntut tempat hiburan malam ditutup, seperti Star City yang dinilai sebagai sarang maksiat dan selalu melanggar peraturan daerah.

Koordinator aksi, Asril Siregar minta Kapoltabes Medan segera menangkap pelaku maupun oknum yang memerintahkan pemukulan maupun pengeroyokan terhadap mahasiswa. Dia juga minta DPRD Sumut memanggil Poltabes dan Kasat Reskrim terkait penanganan kasus pemukulan dan pengeroyokan terse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: