Beranda » Artikel » BBM, MAHASISWA DAN SUBSIDI

BBM, MAHASISWA DAN SUBSIDI

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Oleh: Kent Yusriansyah

Di Era Neoliberal yang berkembang pesat Akhir-Akhir ini (Penjajahan Gaya Baru-Meminjam Istilah ABM) Para Pemodal, elit-elit politik yang duduk di jajaran Trias politika di Negeri ini dalam Tindakan politiknya yang reaksioner didukung oleh “FATWA” Intelektual Gadungan masih Belum puas menyaksikan kemiskinan yang di rasakan Rakyat saat ini, mereka bersatu padu untuk terus menindas kita semua dengan berbagai kebijakan-kebijakan Neoliberalisme yang anti terhadap kemakmuran rakyat Indonesia.

Buktinya hingga saat ini, liberalisasi terjadi di Hampir semua bidang kehidupan ekonomi-politik yang terus berjalan di atas relnya, semakin mendasari Negara untuk mencabut perlahan-lahan semua subsidi-subsidi vital bagi rakyat semacam BBM, Listrik, Pertanian, Pendidikan, beriringan dengan terus di Jualnya sebagian besar aset BUMN-BUMN strategis (PT KAI, PT TELKOM, PT Semen Gresik dll) kepada pihak swasta dalam dan luar negeri dengan alasan untuk mengurangi beban pengeluaran Negara dan membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Namun yang terjadi justru harapan yang digadang-gadang untuk efisiensi APBN dan Membangun kemandirian Rakyat Justru keadaanya berbalik secara diametral 180° perhatikan APBN Tahun 2008 Justru Kolaps akibat pembayaran hutang LN yang jatuh tempo diperparah perubahan-perubahan angka disana-sini semakin mengecil, Banyak Ahli ekonomi mengatakan “Walaupun secara Kuantitas Bertambah, Namun jika di perhatikan dengan situasi Ekonomi yang High Cost seperti saat ini, penambahan kuantitas ini tidak ada artinya”.

Alhasil, terbukti sudah pada malam hari sekitar jam 20.00 23/5/08 dengan berbagai alasan yang sungguh aneh Rezim yang di isi elit-elit politik pro modal, lewat Mulut menteri ESDM mengumumkan Kenaikan Harga BBM Rata-rata 28,7% secara resmi mulai berlaku pada keesokan harinya. Tak pelak lagi berbagai reaksi keras menolak kenaikan makin kencang saja mengalir pada Rezim dan elit-elit politik yang mengesahkan kebijakan anti rakyat tersebut. Demontrasi serentak meletup di Medan, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Mataram, Makasar, Palu dan Kota-Kota lainya. Namun Pemerintah Show Must Go On tetap dengan kacamata kudanya tidak memperdulikan Efek Domino merembet semua bidang kehidupan.

Bahkan Sikap Keras Dilancarkan Oleh Front Pembebasan Nasional (FPN) dalam siaran persnya Tanggal 23 Mei 2008, Lewat Juru Bicara Nasional Berkata: “Praktek Pengkhiatan terhadap ratusan juta Rakyat Indonesia yang dilakukan oleh kaum Modal (Luar dan dalam negeri) lewat kaki tangannya SBY-JK beserta semua Elit dan Partai-Partai politik, Para reformis gadungan, para Intelektual yang selalu menyiapkan berbagai macam Argumen Ilmiah untuk mengabsahkan kenaikan Harga BBM. Akibatnya pada sisi lain, massa rakyatlah yang selalu dijadikan Korban Kebijakan Pemerintah dan kroni-kroninya yang keras kepala Untuk tetap Menaikkan HARGA BBM”. Ujar Sastro.

Rezim Pro Modal tetap Tidak puas Hanya dengan Sikap yang reaksioner, mereka Juga menyambut dengan Tindakan Pembukaman langsung maupun tidak langsung Berupa:

1. Kompensasi berupa Penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk 6 bulan pasca kenaikan Harga BBM Sebesar 14 trilyun Rupiah yang jauh-jauh hari di siapkan untuk mengatisipasi gejolak Massa, tepatnya pada tanggal 18/5/08, BLT telah dikirim ke 10 kota besar di Indonesia melalui PT POS INDONESIA. Ditambah lagi bantuan kepada mahasiswa (BKM). Yang jelas bagi kami kompensasi itu adalah bukan Bentuk Subsidi yang tepat.

2. Pemukulan terhadap aksi-aksi penolakan Kenaikan Harga BBM di Di Jakarta dan Bogor, puluhan aktivis juga ditangkap dan dianiaya aparat. Bahkan 1 orang mahasiswa aktivis BEM SI terkena tembakan peluru saat berunjuk rasa di depan gedung DPR RI, Indramayu juga terjadi Bentrok antara polisi dengan demonstran, Aksi KRB Jogyakarta Juga di represi oleh polisi dan menyebabkan 3 Anggota SMI Luka Parah Polisi dan Aktivis KRB Pulahan Luka Ringan ,Di Malang 3 Aktivis Buruh Dari FPRM tangkap polisi dan 15 anggota SMI Luka Ringan, Di Mataram dan NTB 2 anggota SMI Luka Berat, Pada saat Aksi FPN Di Bima telah terjadi penganiyaan oleh polisi sehingga menyebabkan 2 Anggota SMI Luka parah dan sekitar 7 orang di tahan Polisi, Di Manado, 5 aktifis dari berbagai elemen rakyat ditangkap dan 15 diantaranya luka-luka terkena pukulan aparat polisi, Di Ternate, 14 aktivis Front Pembebasan Nasional ditangkap dan dianiaya, serta 20-an lainnya babak-belur terkena pukulan dan tendangan aparat saat berunjuk rasa di gedung DPRD Maluku Utara.

Jelaslah Bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Rezim Pro modal hari ini semakin jelas wataknya yang memang anti terhadap rakyat dan tidak memperdulikan lagi gejolak yang muncul akibat Kenaikan BBM. Dan sisi yang lain beginilah Jalanya Liberalisasi yang selalu beriringan dengan kekerasan terhadap rakyat. Singkat kata tujuanya tidak lain tidak bukan agar semua skenario investasi modal di Indonesia harus terlaksana tanpa ada tentangan dari kelompok gerakan.

Sementara itu, Penataan pilot proyek liberalisasi Indonesia alias penataan industrialisasi Perguruan Tinggi pasca reformasi sudah disiapkan secara sistematis melalui payung PP No/60/1999 Tentang Perguruan tinggi, PP No/61/1999 Tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara, PP No/151/2000, PP No/152/2000, PP No/153/2000, PP No/154/2000 dan PP No/06/2004. Itulah kelengkapan legal untuk menata empat perguruan tinggi negeri tertua di Indonesia, yaitu ITB, UI, UGM, dan IPB, yang kemudian diikuti oleh USU, UPI dan terakhir UNAIR, menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara. Lalu lebih di sempurnakan lagi agar dalam bentuk UU Nomer 20/ 2003 Tentang Sisdiknas, dan RUU BHP. Tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana pendidikan nasional Ke depan yang sangat Pro Modal dan Anti terhadap Rakyat khususnya mereka yang berpendapatan Rata-rata 1 juta/Bln.

Indonesia yang memiliki 222.781.000 Jiwa (BPS, 2005), dengan angkatan sekolah di seluruh Indonesia sekitar 38,5 juta anak usia SD 6-12 tahun, 25,6 juta dan usia SMP 13-15 tahun, 12,8 juta (Kompas, 26/2/05), dan rata-rata tingkat partisipasi di pendidikan tinggi sekitar 14% dari jumlah penduduk usia 19–24 tahun. Tiga tahun yang lalu saja ketika BBM belum naik betapa beratnya rakyat menjangkau pendidikan yang layak. Maka saat ini bisa kita melihat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia terjadi penurunan jumlah calon mahasiswa yang masuk, penurunan itu rata-rata sebesar 20-27%. Bahkan UGM juga mengalami penurunan calon mahasiswa yang cukup signifikan.

Maka tidak ada Jalan lain yang harus ditempuh oleh rakyat dan kita sebagai kaum progresif segera Ambil Alih atau nasionalisasi seluruh Industri Migas di Indonesia, juga Industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat, Stop rencana privatisasi terhadap 43 BUMN, Hapus Hutang Luar Negeri, Bangun Kerja sama ekonomi-politik Yang Adil dan seimbang dengan Negara-negara Progresif dan anti imperialism., Diversifikasi Energi yang menjamim kelangsungan lingkungan, Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu Rakyat, bangun Kekuasan Rakyat Sendiri.

Tulisan Ini Adalah Tajuk Rencana Bulletin Nasional SMI

Untuk Edisi #5 Agt-Okt 08

Iklan

4 Komentar

  1. Pelangan dan Pembeli MAJU berkata:

    Redaksi Yang Terhormat….

    Knapa kok sering terlambat dalam Penerbitanya, padahal Nilai sebauh seberita kan harus aktual… Untuk edisi yang kelima dari ini. Jelas Gue nantikan ya…… Cz Gue ingin banyak tau tentang;
    1. Politik BBM
    2. Soal Pendidikan
    3. Subsidi
    Itu Aja semoga jajaran dewan redaksi cepat memberi responya.
    Tak lupa Gue Ucapin Met ULTAH Yang Kedua Buat SMI… semoga Jaya Selalu

    Trims ya…

  2. dyana berkata:

    iya nih…. lama banget terbitnya.. emang masalahnya apa sih.. ga ada sponsor… kering ide… atau redaksinya pada males ya…..
    klo sponsor masa organisasi massa mahasiswa yang progresif harus menunggu sponsor baru bisa terbit… itu sih bukan progresif…
    kalau kering ide.. juga tidak mungkin.. suatu organisasi massa dengan keterlibatan massa secara aktif dalam perjuangan bisa kekeringan ide.. anggota smi kan banyak.. masa tidak ada minimal 20 orang anggota saja, yang mau nulis buat Mahasiswa Berjuang..
    atau pengurusnya pada malas ya.. menggali ide dari bawah….

  3. TN.Laode Mutu berkata:

    Tetap kobarkan semangatmu kawan2 SMI pusat,jgn biarkan perjuangan yang telah lama menjadi budaya pembebasan ditubuh SMI menjadi memudar sehingga persoalan sendem menjadi pertanyaan bagi kita semua(anggota ikut2an melemah dalam perjuangannya.Kritikan rakyat dalam bentuk apapun adalah wajar sebab dari kritikan seperti pada masalah buletin maju adalah sebuah ilmu untuk SMI kedepannya.Rakyat ternyata cukup respinisme terhadap apa yang sebenarnya terjadi didunia pergerakan indonesia,SMI tidak perlu bangga dengann segala pujian dari berbagai destroyer pergerakan indonesia,SMI tetap akan selau mengusahakan pembudayaan gerakan yang selalu berkobar-kobar dalam setiap kerja organisasinya.SMI harus selalu mengobarkan watak2 demonstran sejati sehingga suatu ketika rakyat semesta alam akan membudayakan demonstrasi secara menggobal untuk mengepung dunia ini.Rakyat menyatu dalam sebuah keyakinan yang kadang sangat bertentangan.salam pembebasan

  4. Setum berkata:

    salam pembebasan kawan-kawan mahasiswa, pemuda, buruh dan rakyat. kawan-kawan mahasiswa adalah kaum pemuda agen perubah dan sosial kontrol bagi rezim yang berkuasa. Bagi saya dimanapun anda berada kapanpun anda ada disitulah kita suarakan suara rakyat, kita dengungkan soundingkan agar rezim pengambil kebijakan pro terhadap rakyat.
    Dalam situasi mahasiswa seperti ini mari kita bangun kepercayaan masyarakat dengan terus menyuarakan suara rakyat, kobarkan api semangat jiwa pemuda kawan, jaga terus eskalasi gerakan mahasiswa terhadap rezim penindas rakyat rezim SBY-JK. rezim yang telah menaikan BBM dengan alasan harga dunia telah menembus 100 US$/barrel tapi kini mereka menurunkan BBM hanya Rp 500,- disaat seluruh bahan-bahan kebutuhan pokok sudah melonjak naik, apakah dengan penurunan Rp500,- akan menurunkan sembako dll, tidak kawan.
    Belum lagi dalam pengambilan keputusan penurunanpun diulur-ulur dengan alasan ada pertimbangan lain diluar harga minyak dunia, ini adalah bukti kongkrit kepada pemerintah bahwa rezim SBY-JK berbohong disaat menaikan BBM mengacu karena harga minyak dunia sebagai bahan acuan kenaikan mereka. mereka hanya mengepentingkan kaum-kaum borjuis kapitalis kawan-kawan yang hanya memikirkan perut mereka. oleh karena hanya satu kata kawan-kawan mahasiswa mari kita bersatu Lawan……..lawan…….dan lawan rezim penidas rakyat.
    Hidup Rakyat
    Hidup Pemuda
    Hidup Mahasiswa
    Hidup Buruh
    Salam kenal Setum -JAPRA-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: