Beranda » Pers Released » SIARAN PERS HUT KE II SMI

SIARAN PERS HUT KE II SMI

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

KOMITE PIMPINAN PUSAT

SERIKAT MAHASISWA INDONESIA

Jl. Jagakarsa Gg Hidayah II No 5 Lenteng Agung Jakarta Selatan

021-99681543 dan 081331643545

Email : serikat_mahasiswa@yahoo.co.id

www.kppsmi.wordpress.com

SIKAP POLITIK DALAM HUT SMI YANG KE II PADA TANGGAL 17-8-2008

KAUM MODAL DAN ELIT POLITIK MENYINGKIRLAH,

SAATNYA RAKYAT INDONESIA BERDAULAT PENUH !!!

Salam Pembebasan

Sejarah telah mencatat bahwa Perjalanan persatuan perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan tirani penindasan sistem kapitalisme dengan kekuasaan modalnya saat ini masih belum redup dan kami sangat yakin perjuangan massa rakyat pasti tidak dapat di redupkan oleh kekuatan dan kekuasaan yang menindas, dia akan bangkit, bergerak dan terus membesar.

Walaupun secara kongkrit saat ini di seluruh dunia dan di Indonesia Khususnya Kekuasaan Neoliberalisme yang gemar mencabut subsidi bagi rakyat (Seperti BBM, LISTRIK, Pendidikan dan Tranportasi), Menaikkan harga kebutuhan Pokok seenaknya, Menjual BUMN-BUMN strategis, membuat upah Buruh Murah dan meminggirkan petani dari lahan garapanya sampai mengkondisikan kaum miskin di perkotaan untuk bertindak Kriminal.

Semua yang terjadi di atas sesungguhnya cermin secara langsung yang menunjukkan kegagalan Negara Kapitalisme Indonesia untuk mensejahterakan rakyatnya. Semua Elit Politik baik yang berkuasa semacam SBY-JK, Para Menterinya, Para Wakil “Rakyat” di Parlemen (MPR-DPR) maupun yang bernafsu untuk berkuasa Semacam Wiranto, Prabowo, Megawati, Amien Rais, Rizal Ramli Dll secara prinsip tidak pernah memberi solusi kongrit untuk menjalankan agenda-agenda kerakyatan seperti membangun Industri Nasional, Menjalankan reforma Agraria, Memutus hubungan dengan Negara-Negara Imperialis, Nasionalisasi Aset-Aset Vital, Membangun kerjasama dengan Negara-negara anti Imperialis, Memperbesar Subsidi untuk kesehjateraan rakyat.

Tentu saja mereka semua dalam political will-nya saat ini dan akan datang, secara tegas Serikat Mahasiswa Indonesia menyatakan mereka tidak akan melakukan itu semua SEKALI lagi Pasti Tidak Menjalankan Agenda-Agenda Kerakyatan diatas. Bukti-Bukti yang dapat kita perlihatkan dalam scenario kebijakan ekonomi nasional pasca kenaikan harga BBM bulan tanggal 23 Mei 2008 kemarin. Pertama, Pemerintah dan DPR-RI menyiapkan Pengesahan sebuah Blueprint Draft Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Jauh lebih Ramah Terhadap Modal baik Asing maupun Dalam Negeri. Kedua, Pemerintah saat ini sedang giat-giatnya menarik dan meyakinkan Para Investor khususnya dari luar negeri dengan menaikkan bunga BI Rate dan menunjukkan “keberhasilanya Meredam” dampak sosial kenaikan BBM.

Sebagaimana yang dilaporkan dalam KONTAN edisi Kamis,7/8/08 “Aliran dana panas semakin deras, arus masuk dana asing bakal makin kencang dalam lima bulan terakhir ini. Investor asing jangka pendek mengambil untung dari kebijakan moneter ketat bank Indonesia. Rapat Dewan Gubernur BI yang berlansung pada 6/8/08 mengerek BI rate, bunga acuan rupiah menjadi 9%”.

Kenyataan diatas semakin mendapat Sandaranya oleh Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Direktorat Penelitian dan Peraturan perbankan Bank Indonesia (BI) Wimboh Santoso yang mengatakan, “Biar pemodal Asing tetap membenamkan dananya di Instrumen keuangan, Indonesia harus menciptakan Iklim Investasi yang menarik. Iklim Investasi yang menarik tersebut salah satunya dapat dilihat dari nilai tukar yang stabil. Makanya BI selama ini selalu menjaga Rupiah agar tidak terjadi berfluktuasi terlalu tinggi,” di tambahkannya lagi. Jurus Pemikat lain untuk menahan dana asing adalah dengan memberi imbal hasil yang menarik. Ujarnya (Kontan hal 10, 7/8/08).

Kalau dilihat dari argumentasi pejabat moneter di atas. Jelaslah menunjukkan sangat mengabdi pada modal asing dan neoliberalisme bukan mengabdi kepada ekonomi kerakyatan. Tentu saja hal itu sebagai wujud kongkrit sudah berjalanya scenario Blueprint Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Jauh lebih Ramah terhadap Modal baik Asing maupun Dalam Negeri, walapun belum di sahkan. Maka, bisa di bayangkan sendiri bagaimana kehidupan ekonomi rakyat Indonesia saat Blueprint kebijakan ekonoimi yang kental nuansa Neoliberalisme itu sudah di sahkan oleh DPR-RI dan Pemerintah berkuasa.

Tepat tiga hari kedepan Indonesia yang katanya sudah meproklamasikan kemerdekaan dirinya sejak 63 tahun lalu, ternyata kedulatan ekonomi-politiknya secara De Fakto saat ini masih di gadaikan oleh para elit-politik yang bersekutu dengan para pemodal dalam dan luar Negeri, sehingga Kemerdekaan sejati 230 Juta Rakyat Indonesia semakin dirampas dan ditentukan oleh segelintir Orang (Elit-Politik dan Pemodal).

Oleh karena itu, kita sebagai rakyat yang tertidas bersatu padu merebut kemerdekaan yang sesungguhnya. Dan tetap menjaga, membangun persatuan gerakan rakyat yang solid dalam perjuangan melawan neoliberalisme yang kejam ini. Dengan tetap menyerukan kepada massa rakyat Indonesia untuk tetap secara konsisten:

1. Terus Kegagalan-Kegagalan Praktek ekonomi politik Neoliberalisme di Indonesia.

Mengapa Hal Tersebut Patut Dilakukan, Karena memang secara kongkrit massa rakyat di Indonesia belum banyak yang mengetahui apa praktek neoliberalisme itu dengan segala cara kerjanya yang membuat rakyat miskin, jutaan tenaga prokduktif menjadi pengangguran, Hilangnya subsisdi public, Di jualnya BUMN-BUMN strategis, Di Upahnya kaum buruh secara Murah, Pendidikan nasional semakin mahal tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin dll.

2. Menuntut Negera Untuk Selalu bertanggung Jawab secara konsisten dalam memberikan subsidi yang layak dan sebesar- besarnya untuk kesehjateraan massa Rakyat.

Mengapa Hal itu Patut Dilakukan oleh Massa Rakyat, Karena saat ini Pemerintahan yang berkuasa adalah sangat setia dengan garis politik neoliberalisme yang sangat anti terhadap pemberian subsidi Sosial dengan alasan dapat menyebabkan Pemborosan (Inefisiensi) APBN. Kalau demikan adanya maka tuntutan untuk memperbesar Subsidi adalah hal yang wajib terus diminta oleh massa rakyat agar Negara ini semakin terdorong kearah anarki APBN yang akhirnya mempertajam krisis internalnya.

3. Memblejeti Praktek dan perilaku Obral Janji Palsu dari Partai-partai Politik (P. Golkar, PDI-P, PKB, PPP, P Demokrat, PAN, PKS, HANURA, GERINDRA Dll) dan elit-Elit politik Borjuis.

Mengapa Hal tersebut patut dilakukan, Karena praktek dan perilaku politiknya lebih banyak pro pemodal yang mendukung dan membiayai kegiatan secara langsung maupun tidak langsung sehingga jika mereka menang dalam pemilu tentu saja kemenangan itu di peruntukkan kepada para pemodal bukan massa rakyat yang menjadi konstituenya.

4. Memperkuat dan membangun hubungan serta pengaruh politik secara berkesinambungan terhadap Organisasi Rakyat di semua teritori rakyat dan sector-sektor progresif rakyat dengan mempergencar pendidikan politik kerakyatan yang progresif di semua basis-basis perlawanan massa.

Mengapa Hal tersebut patut dilakukan, karena sampai saat ini yang bisa dipercaya serta merekalah yang bekerja secara tulus demi terwujudnya cita-cita pembebasan nasional dari Imperialisme adalah Organisasi-Organsiasi Rakyat yang hampir semua aktifitas politiknya mendidik dan mengerakkan kesadaran berlawan anggota dan rakyat pada umumnya.

5. Membangun Persatuan Politiik yang Progresif dan Kerakyatan untuk mengimbangi hegemoni politik kaum borjuis.

Mengapa Hal ini patut dilakukan, Jelas ini adalah usaha untuk menyatukan semua visi, taktik perjuangan agar semua Organisasi rakyat yang saat ini berserak saling mendukung secara positif sehingga menjadi alternative terbaik bila bersatu dalam wadah perjuangan bersama.

Perjuangan Kita dan Massa Rakyat akan semakin menghebat, jika, Bergeraknya Potensi subyektif kaum gerakan dalam mendorong titik api perlawanan rakyat, sehingga saling hubungan yang menentukan dengan Dinamika Obyektif Ekonomi Kapitalisme yang tergangu Akibat berbagai macam krisis internal di tubuhnya. Itu bisa meledak Hebat dan apa yang Kita dan massa rakyat harapkan Agar tatanan Masyarakat lama Ambruk karena akarnya semakin lama semakin Keropos oleh tekanan perjunagan gerakan massa. Maka Tidak ada jalan keluar sebagai solusinya selain:

Jalan Keluar Bagi Kita Semua, Untuk berdaulat penuh.

1. Pendidikan Nasional Gratis, Ilmiah dan Bervisi Kerakyatan.

Ini adalah salah satu syarat yang mutlak untuk membangun kebudayaan nasional yang tangguh dan mandiri, serta menciptakan tenaga-tenaga produktif yang maju dengan visi kerakyatan yang kuat. Sehingga sangat berguna bagi pelaksanaan program-program Nasional yang strategis serta bersifat Kerakyatan.

2. Pembangunan Industri Nasional (Industri dasar, Industri Berat) yang berkarakter Kerakyatan.

Jelaslah bahwa sebagai sebuah Negara yang dipersiapkan untuk membendung serbuan komoditas barang dagangan dan jasa dari Negara-negara Imperialism, pada satu sisi ini juga sebagai syarat utama untuk menuju tatanan masyarakat baru yang maju.

3. Laksanakan Reforma Agraria Sejati.

Sebagai salah satu modal syarat untuk pembangunan nasional strategis serta terencana, juga di butuhkan untuk mengangkat kesehjateraan masyarakat pedesaan sehingga bisa meredam laju urbanisasi ke perkotaan akibat timpangnya struktur penguassan sumber-sumber agraria. Disisi yang lain juga berguna untuk pemenuhan bahan-bahan baku Industri nasional.

4. Nasionalisasi Aset Vital Demi Kesehjateraan Rakyat.

Sebagai salah satu modal yang besar dan pembiayaan bagi pembangunan nasional terencana yang strategis, di sisi yang lain juga bisa menunjujkkan kedaulatan ekonomi politik nasional dengan karakter anti Imperialisme.

5. Putus Hubungan Ekonomi-Politik dengan Negara dan Kaum Imperialis di Seluruh Dunia.

Usaha nasional secara politik untuk Menegakkan kedaulatan politik nasional yang anti Intervensi politik kaum imperialis yang berwatak menjajah massa rakyat maupun nation. Yang memang selama ini Indonesia telah Tidak memiliki Kedaulatan politik dalam arti sesungguhnya.

6. Banggun hubungan ekonomi-politik Yang Adil dan seimbang dengan Negara-negara Progresif dan anti imperialisme.

Menciptakan Dunia yang cinta damai dan saling memajukan satu dengan lainya dalam konteks Hubungan internasional yang seimbang dan kerjasama ekonomi politik yang saling menguntungkan, Disisi yang lain bisa menciptakan Blok baru yang Menjadi lawan langsung dari politik Internasional kaum Imperialisme di Dunia Ini.

Demikan Siaran Pers Sekaligus Penegasan Sikap politik Kami Serikat Mahasiswa Indonesia yang memperingati Hari Ulang Tahun Ke II.

Salam Pembebasan.

Jakarta, 14 Agustus 2008

Tertanda

Kent Yusriansyah

Ketua Umum

Iklan

1 Komentar

  1. Lala UNAIR SBY berkata:

    Selamat Ulang Tahun yang Ke Dua Untuk Serikat Mahasiswa Indonesia.
    Semoga Makin militan dan Jelas dalam perjuangan untuk kemerdekaan proletariat di Indonesia dan Dunia Pada Umumnya.

    Kutunggu kedatanganmu di kampus UNAIR Surabaya. Biar Makin Jelas kontradiksinya untuk Kampusku yang sudah menjalankan BHP.

    Salam Buat Kent Ketum KPP-SMI dan Toni Sekjend KPP-SMI

    Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: