Beranda » Berita » PTS Kecil Terancam Bangkrut

PTS Kecil Terancam Bangkrut

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

JAKARTA] Semakin banyaknya perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima mahasiswa di luar jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) membuat jumlah mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi swasta (PTS) mengalami penurunan drastis. Akibatnya, hanya PTS yang sudah terkenal dan berkualitas baik saja yang dapat bertahan, sedangkan PTS kecil terancam ditutup karena bangkrut.

Terkait kondisi itu, sebenarnya Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) telah meminta pemerintah memberlakukan kuota atau pembatasan penerimaan mahasiswa PTN. Namun, sampai saat ini usul itu belum dilaksanakan.

Demikian pernyataan Ketua Umum Aptisi, Suharyadi kepada SP di Jakarta, baru-baru ini, berkaitan dengan semakin banyaknya PTN menjaring mahasiswa di luar jalur SPMB. “Saat ini, ada tren jumlah mahasiswa baru di PTS menurun sekitar 50-60 persen. Hanya PTS yang kuat saja yang bisa bertahan, sedangkan PTS-PTS kecil terancam gulung tikar,” tegasnya.

Faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah mahasiswa baru tersebut, lanjutnya, antara lain faktor ekonomi yang berpengaruh pada daya beli masyarakat, ditambah perilaku PTN yang dalam lima tahun belakangan ini gencar menjaring mahasiswa dengan membuka beragam jalur penerimaan, di luar SPMB. Selain itu, universitas- universitas asing yang membawa ilmu pengetahuan dan teknologi maju mulai masuk ke Indonesia menjadi pesaing bagi universitas negeri maupun swasta.

Saat ini, ada 2.624 PTS dengan berbagai kualitas. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, PTS-PTS kecil perlu melakukan merger dengan universitas lain yang sudah terkenal dan baik kualitasnya, sehingga mahasiswa yang sudah telanjur masuk, bisa meneruskan kuliahnya. “Kalangan PTS di Tanah Air hingga saat ini tampaknya masih ‘meradang’ terkait dengan keberadaan program ekstensi atau nonreguler yang diselenggarakan PTN. Berdasarkan pengakuan pengelola PTN, jumlah mahasiswa yang mereka terima hampir 70 persen berasal dari kalangan masyarakat mampu, jadi tidak adil jika pemerintah mensubsidi terus mahasiswa kaya,” ujarnya.

Digugat
Sementara itu, guru besar ilmu pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sukmana Djayadi menegaskan sesungguhnya sejak lama hal yang digugat PTS adalah program ekstensi PTN itu menerima lulusan baru SMA (fresh graduate), di luar jalur SPMB.

Sejak PTN menggelar program ekstensi, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar ke PTS mengalami penurunan sangat tajam. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, bukan mustahil bakal banyak PTS yang merana dan akhirnya gulung tikar. Celakanya, yang terancam gulung tikar bukan cuma PTS kecil saja, tetapi juga PTS besar yang memiliki berbagai program studi terakreditasi.

Dikatakan, kondisi di lapangan sejak beberapa tahun terakhir ini menunjukkan lulusan SMA yang gagal SPMB, pada tahun yang sama dapat diterima di PTN melalui jalur nonreguler. Itu artinya, meski calon mahasiswa menempuh jalur nonreguler (ekstensi), ijazah yang mereka terima nantinya tetap berasal dari PTN bersangkutan.

“Karena para lulusan program ekstensi PTN ijazahnya kelak berstatus negeri, jelas itu merupakan kekuatan seribu magnet. Calon mahasiswa pasti lebih memilih jalur ekstensi PTN ketimbang mendaftar ke PTS, yang dari segi biaya juga jauh lebih mahal,” katanya. [E-5]

Iklan

1 Komentar

  1. Qjo doank berkata:

    Lagi2 trjadi fenomena yg trjadi di dunia pndidikan nasional yg disebabkan krn adaNya sistem yg brkuasa saat ini yg mndominasi yaitu kapitalisme.prsaingn yg trjadi dan disorientasi pendidikan yg tdk lg mncerdaskan n brsifat ilmiah,mngharuskn kt mpunyai taktik n strategi dgn dibalut smangt untuk mnghancurkan sistem yg brkuasa..hidup mahasiswa progresif..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: