Beranda » Pers Released » PERNYATAAN SIKAP SMI PADA AKSI 30/06/08

PERNYATAAN SIKAP SMI PADA AKSI 30/06/08

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Nov   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

BATALKAN KENAIKAN HARGA BBM !

BERIKAN SUBSIDI UNTUK RAKYAT SEBESAR-BESARNYA !

& TINGGALKAN ELIT POLITIK PENGKHIANAT RAKYAT !

Salam Pembebasan!

Satu bulan sudah rakyat indonesia melewati dan merasakan pahitnya kenaikan harga BBM. Solusi-solusi alternative yang diberikan rezim SBY-JK berupa Bantuan Tunai Langsung (BLT) dan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dirasa sangat tidak tepat dan bukan solusi strategis jangka panjang bagi seluruh rakyat indonesia. Derasnya gelombang protes yang dilancarkan oleh seluruh gerakan rakyat di indonesia, tidak mampu menahan hasrat dan keinginan rezim untuk menolak bahkan membatalkan kenaikan harga BBM. Tekanan tersebut tidak dapat membuka mata para penguasa negeri ini. Bahwa dengan tekanan massa rakyat adalah bukti dari penolakan jutaan rakyat indonesia terhadap kenaikan harga BBM.

Terlihat jelas bahwa rezim SBY-JK (rezim pro modal) berupaya untuk membungkam jeritan rakyat dengan program-program yang menurutnya adalah solusi tepat yaitu BLT dan BKM. Tidak hanya itu pembungkaman jeritan rakyat juga dilakukan dengan upaya yang lain, seperti tindakan represif yang diperlihatkan para aparat keamanan Negara dalam mengamankan setiap aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa maupun gerakan rakyat lainnya ; pemukulan terhadap aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM di Bone, Makasar, Banjarmasin, Jambi, dll. Penyerangan berlebihan oleh aparat kepolisian di Kampus Unas pada 24 Mei 2008, puluhan aktifis juga ditangkap dan dianiaya aparat, di Indramayu juga terjadi bentrok massa demonstran dengan kepolisian. Aksi KRB Jogjakarta juga direpresi oleh polisi dan menyebabkan 3 anggota SMI luka parah. Di Malang 3 aktivis buruh dari FPRM ditangkap polisi dan 15 anggota SMI luka ringan. NTB, Aksi FPN di Bima juga mengalami tindakan yang sama sehingga menyebabkan 2 anggota SMI luka parah dan sekitar 7 orang di tangkap polisi. Rentetan kejadian diatas yang dilakukan oleh rezim pro modal, semakin memperjelas wataknya yang anti rakyat dan tidak mempedulikan lagi gejolak yang muncul akibat kenaikan BBM. Dan memang rezim pro modal yang menghendaki praktek liberalisasi dan privatisasi selau seiring dengan perlakuan represif terhadap gerakan rakyat, karena kaum modal nasional dan internasional sangat membutuhkan stabilitas di Indonesia yang aman dan damai demi kenyamanan para investor (asing dan dalam negeri).

Kebijakan liberalisasi sektor Energi dan Migas di Dalam Negeri

Adalah skema kebijakan neoliberalisme (Penjajahan gaya baru) yang disambut dengan gegap gempita oleh pemerintahan nasional saat ini, sehingga mereka menyiapkan format yan lebih rapi agar semua aspek kebijakan tentang Kenaikan harga BBM pada 24/05/08 hanya ditangkap sepihak oleh penglihtan rakyat.

Maka jelaslah kenyataan ini harus kita lawan adanya, Meskipun Harga BBM dunia setinggi sekarang (Berkisar 135 U$/Barell, 28/05/08) sebenarnya pemerintah secara politik sudah menetapkan proyeksi untuk mencabut subsidi BBM yang artinya juga akan memicu naiknya Harga BBM dikemudian hari. Skenario itu dapat kita lihat dalam beberapa produk hukum yang bersemangatkan neoliberalisme antara lain, UU Energi Nomer 30 Tahun 2007, APBN Perubahan 2008 tentang pembatasan jumlah Subsidi BBM sebesar Rp 126 triliun (dengan asumsi harga minyak dunia 95 U$/barrel dan jumlah BBM subsidinya 39 juta kilo liter).

Selain itu, yang tidak kalah besar dampak buruknya bagi masyarakat, adalah kebijakan Pemerintah untuk melakukan liberalisasi ekonomi, khususnya disektor energi. Liberalisasi sektor energi tidak hanya terjadi sektor hulu (Eksplorasi) tetapi juga sektor hilir (Distribusi dan pemasaran). Lewat UU MIGAS pemerintah berjanji untuk mengikis habis monopoli di Pertamina. Yang ditawarkan kemudian adalah membuka kesempatan bagi Perusahaan swasta lain untuk ikut berkompetisi dalam distribusi dan pemasaran migas. Dengan alasan supaya kompetisi dalam distribusi dan pemasaran bisa “adil”, akhirnya lagi-lagi subsidi minyak harus dicabut. Sebab, jika masih ada minyak bersubsidi di pasaran, pemain asing enggan masuk. Ini setidaknya pernah ditegaskan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, “Liberalisasi sektor hilir Migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas. Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi Pemerintah. Sebab, kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk” (Kompas, 14/5/03).

Coba lihat salah satu Keuntungan Modal Internasional, Exxon Mobil yang pada tahun 2007 mendapatkan keuntungan sebesar US$ 40,6 milyar (Rp. 373 trilyun) dari pendapatan US$ 114,9 milyar (Rp. 1.057  trilyun/CNN), yang didapat dari kekayaan alam Indonesia. Belum lagi di tambah dengan Perusahaan-perusahaan Internasional lainnya (saat ini sudah 90 % Industri Migas Indonesia di kuasai Modal Internasional). Dengan harga saat ini US $ 135 / barel maka nilainya mencapai 1,25 triliun per hari atau Rp 458,25 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya,  mencapai 82,8 trilun per tahun (Bandingkan dengan Defisit Anggaran Sekarang, yang hanya Rp 21,4 trilyun).

Keuntungan dari Migas jika di kelola sendiri oleh Rakyat, akan bertambah, karena biaya Cost Recovery dapat diturunkan dengan drastis (biaya yang dibayarkan oleh Pemerintah Kita-kepada kontraktor minyak nasional dan Internasional yang menggarap ladang Migas Kita. Dalam hitungan persentase, biaya yang dikeluarkan Pemerintah kita adalah 100%, dan Modal Internasional, tidak mengeluarkan biaya apapun, bahkan sekarang ini, malah di tambah bonus 20 % lagi, jika ingin meneruskan usahanya di tambang marginal) Besarnya biaya Cost Recovery dari awal 2007 hingga pertengahan 2007, sudah mencapai Ro 93,9 Trilyun. Bahkan lebih gila lagi, biaya main Golf para petinggi kontraktor migas itu juga di masukan kedalam Cost Recovery.

Disisi yang lain pemerintah selalu mengatakan bahwa pemberian subsidi Kepada Rakyat, termasuk mensubsidi BBM adalah tidak mendidik dan membuat rakyat hidupnya malas alias tidak mandiri secara ekonomi serta memberatkan APBN, Padahal Perlu diketahui dengan seksama sesungguhnya Subsidi Kepada Rakyat Itu Adalah Kewajiban yang Mutlak di berikan Negara untuk tetap mengalokasikanya sebesar mungkin agar perekomian rakyat tetap stabil ditengah situasi naikkan BBM yang diikuti Oleh naiknya sembako, Transportasi, TDL dan sebaginya.

Pada perkembangan kenaikan hargaBBM, mulai bermunculan tokoh-tokoh dan partai politik oportunis yang menolak kenaikan harga BBM. Berbagai cara mereka lakukan ; ada yang terlibat langsung dalam aksi massa, iklan di koran maupun media elektronik, ataupun pernyataan secara lisan di berbagai media. Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) melihat bahwa semua itu adalah sandiwara politik, yang hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek, sekedar untuk meningkatkan popularitas menuju PEMILU 2009. sebab sejatinya tidak ada perbedaan antara SBY-JK dengan tokoh serta partain politik yang mengkritik saat ini, semuanya adalah agen modal internasional (agen kapitalisme). Tidak ada satupun yang berani melawan kekuatan modal di bawah “sistem kapitalisme” seperti layaknya ketika presiden pertama RI Ir.Soekarno menolak dan melawan penjajahan kolonial di kala perjuangan kemerdekaan.

Oleh karena itu Kami Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menuntut :

1. Batalkan Kenaikan Harga BBM

2. Berikan Subsidi Untuk Rakyat Sebesar-Besarnya.

3. Hentikan Privatisasi BUMN

4. Usut Tuntas Represifitas Terhadap Gerakan Rakyat (Insiden di Unas Jakarta, Bone, Makasar, Cirebon Jawa Barat, Samarinda, Ambon, Lampung, Jambi, Jogja, Surabaya, dll)

Jalan keluar nyata untuk tidak menaikan harga BBM :

  1. Nasionalisasi Aset MIGAS dan aset vital lainnya di Bawah Kontrol Rakyat.
  2. Hapus Hutang Luar Negeri

Jakarta, 30 Juni 2008

SMI

Serikat Mahasiswa Indonesia

Iklan

1 Komentar

  1. rikki sudarwis (ebay) berkata:

    SALAM PERJUANAGAN KAWAN” BINTANG.. kita akan selalu satu jalan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: