Beranda » 2008 » Juni » 11

Daily Archives: Juni 11, 2008

PRESIDEN SERUKAN PROTES BBM DI HENTIKAN

Kamis, 05 Juni 2008

JAKARTA (RP)- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata gerah juga dengan berbagai aksi demonstrasi yang terus saja berlangsung akibat kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Saat membuka secara resmi Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2008 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/6), SBY mengajak seluruh masyarakat untuk berhenti melakukan protes dan aksi demonstrasi. Ia justru mengajak untuk melakukan tindakan kongkret untuk meringankan beban masyarakat yang semakin terjepit. SBY menegaskan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM terutama akibat pengaruh global, dimana harga minyak dunia sudah menembus angka 132 dolar AS per barel. ‘’Dunia sekarang sedang bermasalah, harga minyak naik, harga pangan naik. Bahkan sekarang mengarah kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Tegasnya, dunia sekarang mengalami resesi,’’ jelas Presiden.

Kondisi global tersebut, lanjut Presiden, mau tidak mau juga berpengaruh kepada Indonesia. ‘’Itulah mengapa akhirnya kita terpaksa mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. Tapi kita harus bagaimana, apa kita harus marah-marah dan protes terus terhadap kondisi dunia itu, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk mencari jalan keluar bagi bangsa ini, atau justru sebaliknya, kita berhenti melakukan protes tapi bersama-sama mencari jalan agar beban yang dipikul oleh masyarakat dapat kita kurangi. Saya mengajak masyarakat untuk mengambil sikap yang terakhir itu,’’ ajak SBY.

Presiden optimis, tidak ada yang tidak bisa dilakukan di negeri ini bila semua masyarakat bersatu mencari solusi terbaik menghadapi resesi dunia itu. Apalagi, Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam. ‘’Makanya sekarang, kalau kita krisis minyak, mari kita tingkatkan produksi minyak kita. Kalau kita krisis pangan, mari kita cari jalan agar bisa meningkatkan produksi pangan. Saya yakin, kalau kita bersama pasti bisa. Indonesia bisa!,’’ tegas Presiden yang diiringi applause para hadirin.

Terkait pelaksanaan PPBI 2008, Presiden berharap agar ke depan dapat dilakukan lebih besar lagi. Presiden juga mendorong dunia perbankan untuk mengucurkan modal lebih besar lagi kepada para pengusaha kecil, mikro dan menengah. ‘’Kalau saat ini sudah dikucurkan sekitar Rp6 triliun lebih, tahun depan harus bisa mencapai Rp15 triliun,’’ pinta Presiden.

Dalam pada itu, Provinsi Riau juga turut ambil bagian dalam PPBI 2008 yang berlangsung di JCC selama lima hari itu. Riau turut ambil bagian dengan mendirikan tiga stan, antara lain stan minuman dan makanan khas Riau, stan yang memamerkan sulaman dan batik Riau serta stan yang diisi dengan pelaminan sesuai adat dan budaya Melayu Riau.

‘’Provinsi Riau dalam PPBI kali ini membuka tiga stan agar masyarakat luas lebih memahami apa saja yang menjadi kekhasan dari Riau,’’ ucap Kepala Perwakilan Pemprov Riau di Jakarta Rusli M kepada pers, kemarin. Sekdaprov HR Mambang Mit kemarin juga meninjau ketiga stan tersebut. Mambang mengatakan, Riau memang harus berpartisipasi setiap tahun dalam PPBI ini. Sebab, semua daerah ikut ambil bagian untuk mempromosikan kekhasan dan keunggulan masing-masing.  ‘’Kalau kita tidak pernah mempromosikan kepada orang lain, tentu orang tidak tahu, apa yang menjadi keunggulan kita,’’ sebut Mambang.(eyd)

Iklan

BANK DUNIA DUKUNG KENAIKAN BBM

Senin, 09 Juni 2008, 11:49 WIB
Jakarta, (ANTARA News) – Bank Dunia mendukung kebijakan pemerintah untuk
menaikkan harga BBM bersubsidi karena hal itu akan menjaga kredibilitas
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut disampaikan Sesmeneg PPN/Sestama Bappenas, Syahrial Loetan usai mendampingi Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menerima kedatangan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg di Gedung
Bappenas, Jakarta, akhir pekan. “Kepala Bappenas juga menjelaskan kajian Bappenas tentang kebijakan kenaikan harga BBM secara gradual,” tambahnya.

Bank Dunia sendiri, katanya, menilai hal itu sebagai kebijakan yang baik
cukup baik karena dapat mendidik masyarakat luas. “Yang penting dipastikan bahwa subsidi harus jatuh hanya kepada kelompok masyarakat yg berhak,” ujarnya mengutip penyataan Bank Dunia.

Sementara itu, Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pihaknya
tengah membahas kemungkinan menambah pencairan pinjaman untuk proyek-proyek
“on going” karena kenaikan harga BBM. “Ini kan ada eskalasi harga. Memang pilihannya adalah mengurangi konsumsi BBM untuk proyek atau menambah pinjaman,” katanya.(*)

Ratusan Ribu Supir Truk di Seluruh Dunia Protes Harga BBM

REUTERS/Albert Gea

Rabu, 11 Juni 2008 14:03 WIB

BANGKOK–MI: Ratusan ribu supir truk di seluruh dunia hari ini serentak melakukan aksi protes atas semakin tingginya harga BBM. Selain para supir truk di kawasan Eropa, Amerika, Australia, supir truk di Asia juga melakukan protes.

Di Thailand, ribuan supir truk berdemonstrasi meminta pemerintah kerajaan Thailand untuk bisa menekan tingginya harga BBM. Dalam aksi setengah hari ini, para supir Thailand ini mengancam akan memblokir jalanan kota Bangkok pada pekan depan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Aksi protes ini juga mengundang kekhawatiran akan adanya kudeta militer jika pemerintah tidak bisa mengendalikan situasi atas ancaman aksi blokir jalan para supir itu. Kudeta militer di Thaliand memang sering terjadi, terakhir pada masa PM Thaksin Shinawatra yang dinilai probisnis ketimbang masalah sosial dan politik dalam negeri.

“Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan kami hingga 17 Juni, kami akan memobilisasi seluruh truk di Thailand untuk memblokir jalanan,” ancam Thongyu Khongkan, sekjen Federasi Angkutan Darat Thailand, seperti dikutip Reuters. Para supir truk ini meminta potongan harga tiga bath Thailand (9 sen dolar AS) per liter minyak diesel selama enam bulan ke depan.

Di Eropa, aksi serupa terjadi di Madrid, Spanyol. Ribuan supir truk negeri matador itu juga melakukan protes tingginya harga BBM. Akibat mogoknya para supir ini, distribusi bahan pangan di Spanyol terganggu. Aksi serupa juga dilancarkan ribuan supir dari Portugis.

Untuk Asia, selain di Thailand, para supir truk Korea Selatan juga melancarkan seruan untuk menurunkan harga BBM, meski pemerintah Korsel menjanjikan memberi bantuan sebesar US$10,2 miliar untuk meningambngi dampak kenaikan harga minyak. (OL-2)

SOPIR TRUK EROPA MOGOK

EPA/XAVIER BERTRAL / Kompas Images
Aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak para sopir di Spanyol dengan memarkirkan truk mereka di Jalan Raya C-58 dekat Barcelona, Spanyol timur, Senin (9/6), menimbulkan kemacetan parah. Aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak juga berlangsung di Portugal dan Perancis. Aksi protes serupa juga terjadi di India dan Malaysia. Para sopir truk di Korea Selatan juga akan melancarkan aksi protes serupa.

Selasa, 10 Juni 2008 | 03:00 WIB

madrid, senin – Ribuan sopir truk di Spanyol, Perancis, dan Portugal mogok, Senin (9/6), memprotes kenaikan harga bahan bakar. Antrean panjang kendaraan di kota-kota besar Eropa dan di perbatasan Spanyol- Perancis mencapai lebih dari 10 kilometer akibat aksi mogok tersebut.

Serikat sopir truk Spanyol, Fenadismer, yang mewakili sekitar 70.000 sopir truk, menyatakan, aksi mogok itu akan berlangsung dalam jangka waktu tak terbatas. Para sopir truk telah membuat blokade di seantero Spanyol untuk mendukung aksi mogok.

Mereka menuntut bantuan pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar yang mencapai 35 persen. Pemerintah Spanyol menawarkan pengucuran kredit bagi para sopir truk, tetapi mereka menganggap langkah itu tidak cukup.

Di Perancis, truk-truk memenuhi sejumlah jalan tol utama di perbatasan Perancis-Spanyol. Sejumlah sopir truk di kota Perpignan menciptakan kemacetan dan mencegah truk-truk lain melintas.

Sekitar 200 truk menyesaki empat jalur utama menuju kota Bordeaux. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai 30 kilometer di dalam dan sekitar kota Bordeaux, Perancis.

Para sopir truk di Portugal juga mengancam akan melumpuhkan negara. Menurut pihak kepolisian, truk-truk mereka diparkir di berbagai stasiun pengisian bahan bakar semalaman. Sopir truk yang mogok juga menghalangi jalan masuk ke pabrik-pabrik.

Lumpuh di Asia

Di sejumlah negara di Asia, protes menentang kenaikan harga bahan bakar terus berlanjut. Di India, polisi harus menggunakan meriam air dan tongkat pemukul untuk membubarkan pemrotes di Kashmir.

”Turunkan kembali harga minyak tanah, solar, dan gas,” seru para pemrotes. Armada angkutan umum menyerukan protes selama empat hari menuntut pemerintah menaikkan tarif angkutan umum.

Protes menentang kenaikan harga bahan bakar juga melumpuhkan Negara Bagian Assam. Kelompok-kelompok suku menyerukan penutupan segala fasilitas publik atau bandh selama 12 jam. Kantor, bank, toko, dan sekolah tutup.

Pemerintah India menaikkan harga bahan bakar sebesar 10 persen pekan lalu untuk mengurangi subsidi. Oposisi menyerukan agar rakyat memprotes langkah pemerintah, tetapi sejumlah warga mengeluhkan bahwa protes memperburuk keadaan.

Di Malaysia, pemerintahan Perdana Menteri Abdullah Badawi akan mengumumkan langkah-langkah baru guna meringankan beban rakyat akibat kenaikan harga bahan bakar hingga 41 persen. Kenaikan harga bahan bakar juga menyulut protes warga Malaysia.

Para sopir truk dan pengusaha angkutan di Korea Selatan berencana menggelar aksi protes menentang kenaikan harga bahan bakar. Protes itu akan menambah beban Presiden Lee Myung-bak yang popularitasnya semakin merosot menyusul kebijakan impor daging sapi asal AS. (ap/afp/reuters/fro)

BBM DUNIA TERUS NAIK PICU PROTES MASSAL

AP Photo/ Anupam Nath / Kompas Images
Polisi mencoba merebut boneka yang merupakan gambaran dari Menteri Perminyakan India Murli Deora, yang sedang dibakar para pemrotes akibat keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak di Gauhati, India, Kamis (5/6).

Jumat, 6 Juni 2008 | 03:00 WIBKuala Lumpur, Kamis – Protes atas keputusan beberapa pemerintah menaikkan harga minyak semakin meluas ke seluruh penjuru dunia. Setelah di Uni Eropa, kini muncul di Asia. Keputusan Pemerintah Malaysia menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 41 persen menjadi alasan para pemrotes turun ke jalan-jalan. Kenaikan itu dilakukan agar subsidi pemerintah tidak terlalu besar. Kelompok oposisi menggelar protes di Kuala Lumpur dan Ipoh serta menekan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi.

”Dampak kenaikan ini akan memberikan beban berat kepada banyak orang, khususnya orang miskin,” kata Teresa Kok, anggota Partai Aksi Demokratis, salah satu dari 1.000 pemrotes di Kuala Lumpur, Kamis (5/6). Polisi dan pasukan antihuru- hara dengan tongkat dan tameng membubarkan pengunjuk rasa yang membentangkan spanduk bertuliskan ”BBM Naik, tetapi Gaji Tidak”. Di Ipoh, diperkirakan lebih dari 100 orang turut dalam unjuk rasa tersebut. Demonstrasi lanjutan akan dilaksanakan dalam pekan depan.

Menteri Dalam Negeri Syed Hamid Albar mengkritik bahwa aksi unjuk rasa itu ilegal dan meminta publik tak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan harga BBM. ”Ini bukan isu politik, tetapi isu nasional yang harus kita hadapi bersama. Harga minyak global terus naik,” katanya. Pemerintah Malaysia menaikkan harga bensin menjadi 2,7 ringgit atau setara Rp 8.100 dari sebelumnya 1,92 ringgit atau Rp 5.760.

India

Sama seperti Malaysia, Pemerintah India juga mendapat kecaman dan kemarahan dari rakyatnya karena kenaikan harga bahan bakar minyak. Aksi unjuk rasa di India dipelopori oleh kelompok komunis. India mengimpor 70 persen minyak yang diperlukan untuk menggerakkan perekonomian yang sangat cepat. Pemerintah India menaikkan harga bensin sebesar 11 persen dan harga solar sebesar 9,4 persen. Toko-toko, sekolah, dan kantor-kantor di Bengali Barat bagian timur, Tripura bagian timur laut, dan Kerala selatan ditutup. Penutupan itu merupakan awal rencana protes di seluruh negeri menentang kenaikan harga BBM. ”Pemogokan itu total, melibatkan semua toko dan bisnis, institusi keuangan dan pendidikan,” ujar Bijon Dhar, pemimpin Marxist, di Tripura. Di ibu kota Kerala, Thiruvananthapuram, kendaraan tidak beroperasi dan jalanan lengang. Di ibu kota Bengali Barat, Kolkata, pusat perbelanjaan, kantor pemerintah, dan swasta, juga tutup untuk memprotes kenaikan harga BBM. Harga bensin di New Delhi naik 3 rupee menjadi 50 rupee atau Rp 10.999 per liter. Harga bensin berbeda-beda di setiap negara bagian karena pengenaan pajak yang berbeda-beda pula.

Harga minyak berada di sekitar 123 dollar AS per barrel, didorong oleh laporan ledakan di pabrik petrokimia Kuwait. Akan tetapi, kenaikan tidak terlalu banyak karena didorong oleh penguatan nilai tukar dollar AS dan kekhawatiran mengenai menurunnya permintaan global. Pada perdagangan sore hari di Eropa, harga minyak jenis light sweet naik 15 sen menjadi 122,45 dollar AS per barrel. Sebelumnya, kontrak minyak itu seharga 123,25 dollar AS per barrel.

Sebelumnya, kontrak berjangka Nymex dan Brent sempat naik di atas 123 dollar AS per barrel setelah laporan awal mengenai ledakan di kawasan industri Mina Abdalla, Kuwai. Namun, harga kemudian menurun lagi karena ternyata ledakan tersebut tidak memengaruhi kegiatan di kilang Kuwait yang berada di kawasan itu. (AP/AFP/joe)

PROTES KENAIKAN BBM DI UNI EROPA DAN ASIA

10/06/2008 23:45 Spanyol
Sopir Truk di Madrid Protes Harga BBM

Liputan6.com, Madrid: Aksi protes para sopir truk di Madrid, Spanyol, yang menolak kenaikan harga solar, Selasa (10/6), masih berlangsung. Asosiasi Transportasi Spanyol bahkan mengajak sekitar 90 ribu sopir truk yang ada untuk terlibat dalam aksi kali ini. Akibatnya, beberapa pompa bensin di ibu kota Spanyol itu ditutup. Aksi yang sama juga berlangsung di Paris, Prancis. Delapan serikat pekerja kereta menyatakan mogok nasional menentang penutupan 200 stasiun barang.

Di Hong Kong, ratusan sopir juga turun ke jalan menentang kenaikan harga BBM. Mereka bergerak menuju gedung pemerintahan. Beberapa di antaranya malah menggunakan truk dan sengaja melambatkan laju kendaraan sehingga mengakibatkan kemacetan di beberapa tempat. Di Nepal, pengunjuk rasa beraksi di jalanan ibu kota Kathmandu mengeluhkan naiknya harga BBM. Sebelumnya pemerintah Nepal telah menaikan harga premium hingga mencapai 25 persen atau sekitar 100 rupee per liter. Sedangkan solar naik hingga 70 rupee per liter, minyak tanah mencapai 65 rupee per galon.(ADO)

%d blogger menyukai ini: