Beranda » Berita » LAGI, LIBERALISASI SEKTOR MIGAS

LAGI, LIBERALISASI SEKTOR MIGAS

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Nov   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Chevron akan produksikan gas dari lapangan laut dalam
Chevron Corp. akan memproduksikan gas dari lapangan laut dalam pada tahun 2016. Demikian menurut laporan Bloomberg pada Kamis lalu. Menurut kepala Chevron untuk wilayah Indonesia dan Phillipina, Steve Green mengatakan bahwa lapangan Ganal dapat memproduksikan 1 milyar kaki kubik gas. Angka tersebut setara dengan 13% total produksi gas Indonesia saat ini.

Produksi dari lapangan Ganal tersebut akan meningkatkan produksi gas Chevron lebih dari dua kali lipat dan meningkatkan pasokan gas ke kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur. “Pemboran laut dalam memerlukan teknologi tinggi dengan biaya yang sangat mahal,” kata John Vautrain, wakil presiden pada perusahaan konslutasi Purvin & Gertz Inc. “Saat ini harga gas dihargai lebih murah daripada harga minyak mentah,” kata John. “Saat ini minat terhadap proyek tersebut sangat tinggi dari Jepang, Korea dan pengguna LNG lainnya di seluruh dunia,” kata Green, direktur unit usaha Chevron untuk kawasan IndoAsia. “Ini memberikan peluang yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan proyek gas laut dalam tersebut,” kata Steve. “Oleh sebab itulah, Chevron tertarik untuk mengembangkan proyek tersebut.” Chevron akan melakukan investasi sebesar $6 milyar untuk mengembangkan lapangan Gehem dan Gendalo di lepas pantai Kalimantan. Demikian hal tersebut dikatakan oleh BPMigas pada bulan Oktober 2006. Chevron memiliki 80% saham kerja di lapangan Ganal dan sisanya dimiliki oleh perusahaan Italia Eni SpA.

Inpex ajukan rencana pembangunan kilang LNG terapung
Perusahaan minyak asal Jepang, Inpex mengajukan rencana pembangunan kilang LNG terapung untuk mengolah gas dari lapangan Masela di laut Timor. “Inpex telah memasukkan rencana kerja kepada BPMigas,” kata deputi pengembangan BPMigas, Ahmad Luthfi yang dikutip oleh Dow Jones pada hari Kamis lalu.

Luthfi tidak dapat menyebutkan berapa jumlah investasi yang akan ditanamkan oleh Inpex. Seorang pejabat Inpex di Jakarta mengatakan bahwa investasi untuk pembangunan kilang tersebut dapat mencapai $5 milyar hingga $10 milyar. Luthfi mengatakan kilang LNG terapung itu akan merupakan yang pertama di Indonesia dan akan memiliki kapasitas produksi sebesar 5 metrik ton setiap tahunnya. Kilang tersebut diharapkan akan selesai dibangun pada tahun 2015 atau 2016. Kepada Dow Jones, Luthfi mengatakan bahwa Blok Masela memiliki cadangan gas sebesar 10 triliun kaki kubik, atau dua kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Inpex Corp. memenangkan lelang pengelolaan Blok Masela pada November 1998. pemboran sumur eksplorasi pertama dilakukan pada tahun 2000 dan berhasil menemukan struktur gas Abadi. Cadangan tersebut merupakan cadangan gas pertama yang pernah ditemukan di Laut Timor.

Penemuan tersebut memberikan keyakinan bahwa Indonesia akan dapat memenuhi target produski gas nasional sebesar 5,5 triliun kaki kubik pada tahun 2025. Tahun 2007, produksi gas Indonesia mencapai 1,83 triliun kaki kubik. Cadangan gas alam Indonesia diperkirakan mencapai 180 triliun kaki kubik.

Pertamina dan Medco Energi tandatangani kontrak penjualan gas
PT Pertamina dan PT Medco Energi Internasional menandatangani kontrak penjualan gas alam senilai $579 juta. Demikian menurut laporan Bloomberg pada hari Selasa lalu. Pertamina menandatangani dua perjanjian awal senilai $396 juta untuk pasokan gas alam dari lepas pantai Sumatra Utara untuk pembangkit listrik PT PLN di wilayah Sumatra Utara dan beberapa perusahaan setempat. Pasokan pertama akan dimulai pada tahun 2009 dan kontrak tersebut akan berlaku selama 8 tahun. Menurut kepala BPMIgas, R. Priyono, harga jual gas telah naik menjadi $5 per MMBTU dari harga sebelumnya $3 per MMBTU.

Selain itu juga, Medco akan menjual gas alam senilai $37,46 juta untuk memasok pabrik ethanol milik perusahaan yang terletak di Kalimantan. Medco Energi akan memasok gas sebesar 13,6 triliun British thermal unit selama 3 tahun dan akan dimulai pada tahun 2008. Pertamina telah menandatangani 2 kontrak penjualan gas lainnya dengan perusahaan minyak di Kalimantan dan perusahaan lainnya di Sumatra Selatan.

Pertamina akan bangun pabrik paraffin senilai $200 juta
PT Pertamina akan membangun pabrik paraffin senilai $200 juta di Dumai. Rencana ini dilakukan menyusul naiknya harga bahan-bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan lubrikan dan lilin tersebut. Demikian menurut laporan Bloomberg. Presiden direktur Pertamina, Ari Soemarno mengatakan, Pertamina akan mencari partner untuk pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 150.000 metrik ton tersebut. Diharapkan pabrik tersebut akan selesai pada tahun 2012 mendatang. Pemerintah akan mengalihkan penggunaan minyak tanah dengan LPG untuk keluarga miskin di Indonesia. selanjutnya, Pertamina akan dapat mengalihkan produksi minyak tanahnya menjadi paraffin.

Pemerintah tawarkan 25 blok migas
Pemerintah menawarkan 25 blok minyak dan gas. Diharapkan, dengan penawaran ini, produksi minyak Indonesia akan dapat ditingkatkan pada tahun-tahun ke depan. Dirjen Minyak dan Gas, Luluk Sumiarso mengatakan bahwa wilayah yang ditawarkan tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki potensi migas yang cukup besar. Batas waktu penyerahan aplikasi adalah tanggal 31 Juli mendatang. “Wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi minyak dan gas. Kita akan mengetahui dengan pasti setelah dilakukan kegiatan eksplorasi,” kata Luluk.

Iklan
%d blogger menyukai ini: