Beranda » Berita » IMF PERTAHANKAN PROYEKSI PERTUMBUHAN INDONESIA

IMF PERTAHANKAN PROYEKSI PERTUMBUHAN INDONESIA

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Nov   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

The International Monetary Fund (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Milan Zavadjil, asisten direktur untuk kawasan Asia Pasifik, ekonomi Indonesia akan ditopang oleh ekspor dan investasi asing. “Secara umum, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cukup kuat sehingga IMF tidak merubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Milan yang diwawancarai oleh Reuters.

Menurut Milan, yang berada di Jakarta untuk bertemu Pemerintah Indonesia yang merupakan salah-satu anggota IMF, mengatakan bahwa IMF memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6,1% pada tahun 2008 dan 6,3% pada tahun 2009. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3%. Beberapa pengamat mengatakan bahwa naiknya harga BBM sebesar 28,7% akan menurunkan konsumsi masyarakat yang merupakan penyumbang utama terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut Milan Zavadjil, naiknya harga BBM akan meningkatkan inflasi dan akan meningkatkan suku bunga acuan perbankan. Akan tetapi hal ini tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena tingginya nilai ekspor dan investasi dalam sektor pertambangan. Permintaan atas komoditas ekspor asal Indonesia masih tinggi dan Indonesia memiliki jumlah komoditas ekspor yang cukup beragam.

Perwakilan IMF untuk Indonesia, Stephen Schwartz mengatakan bahwa inflasi tahunan pada akhir tahun ini akan mencapai 11,5%. Akan tetapi, tahun depan inflasi akan turun ke level 7,5%. “Indonesia relatif kuat dalam menghadapi melemahnya kondisi ekonomi dunia, karena besarnya ekspor komoditas dari Indonesia,” kata Stephen.

Wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan pada hari Selasa lalu bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2010 akan mencapai 8-9% pada tahun 2010, naik dari 6,4% tahun ini. Kenaikan ini disebabkan oleh pembangunan sarana infrastruktur. Menurut Kalla, pemerintah akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun sarana infrastruktur setelah menurunkan subsidi untuk BBM. “Seluruh subsidi akan dipangkas, sehingga kita akan memiliki cadangan dana yang lebih banyak,” kata Jusuf Kalla pada acara pertemuan investor. “Saya yakin tahun 2010 akan mudah bagi kami untuk mencapai pertumbuhan 8-9%.”

Naiknya harga minyak juga mengembalikan kepercayaan pasar terhadap pasar obligasi. Pemerintah berhasil menjual obligasi senilai Rp8,95 trillion ($958 juta million). Demikian menurut Departemen Keuangan yang dikutip oleh Bloomberg pada hari Selasa lalu. Investor asing membeli 70% dari obligasi tersebut. “Investor asing percaya akan masa depan perekonomian Indonesia dan sistem pengelolaan utang negara,” kata Rahmat Waluyanto, Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan.

Investor asing membeli obligasi pemerintah senilai Rp87 triliun pada akhir Mei dibandingkan dengan Rp. Rp86,19 pada akhir April lalu. Citra Indonesia juga membaik di mata internasional seperti ditulis oleh kolumnis Bloomberg, William Pesek, yang mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi Goldman Sachs untuk memasukkan Indonesia ke dalam kelompok BRIC (Brazil, Russia, India, China).

William mengutip pernyataan ekonom Goldman, Jim O’Neill yang menciptakan konsep BRIC. William mengatakan, ia akan memasukkan Indonesia ke dalam daftar BRIC. “Dari seluruh negara tersebut, status BRIC Mexico sangat dekat dibandingkan dengan Indonesia, namun tidak akan berbeda jauh”.

Iklan
%d blogger menyukai ini: