Beranda » Berita » AWAL JUNI 08 INVESTOR SERBU INDONESIA

AWAL JUNI 08 INVESTOR SERBU INDONESIA

Popuri

My Popularity (by popuri.us)

Arsip

Kategori Tulisan

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Nov   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Investor asing akan bangun pabrik biofuel
investor asing asal Amerika Serikat, Australia dan Korea Selatan telah menyatakan minatnya untuk membagun pabrik pembuatan biodiesel dengan kapasitas produksi sebesar 2 juta kiloliter di Propinsi Gorontalo. Demikian menurut Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad yang dikutip oleh Asia Pulse pada hari Selasa lalu. “Para investor mengtakan bahwa mereka siap untuk melakukan investasi (biofuel di Gorontalo),” kata Fadel di sela-sela acara forum investasi regional, Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008 di Jakarta.

Menurut Fadel, para investor tersebut telah memperoleh ijin dari BKPM untuk membangun pabrik biofuel dari bahan dasar jarak, jagung dan kelapa sawit. “Untuk memenuhi bahan baku untuk pembuatan biofuel tersebut, kami telah menyediakan lahan seluas 50.000 hektar untuk lokasi perkebunan jarak, jagung dan kebun kelapa sawit,” kata Fadel. Menurut Fadel, saat ini produksi jagung dari wilayahnya mencapai 750.000 setiap tahunnya dan akan mencapai satu juta ton pada tahun 2009. Selain untuk diekspor ke Malaysia dan Fillipina, jagung dari Gorontalo juga akan digunakan sebagai bahan baku biofuel.

Selain itu, perusahaan farmasi PT Kimia Farma dan perusahaan asal China, Green Food juga telah sepakat untuk membangun pabrik biofuel dari bahan baku jarak. Demikian menurut laporan Asia Pulse pada hari Rabu lalu. Direktur keuangan Kimia Farma, Rusdi Rosman mengatakan kedua pihak kan bertemu di China pada tanggal 25 Juni mendatang untuk membicarakan kesepakatan kerjasama senilai $200 juta tersebut.

Presiden direktur Kimia Frama, Syamsul Arifin mengatakan bahwa Kimia Farma dan Green Food akan segera melakukan penelitian kelayakan proyek tersebut. Menurut Syamsul, kedua pihak juga akan membahas rencana pembangunan kebun jarak di Sumbawa dan Kalimantan Timur untuk menjaga pasokan bahan baku untuk pabrik tersebut.

Thaksin minati investasi di Indonesia
Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, menyatakan minatnya untuk melakukan investasi di Indonesia. Menurut jurubicara kepresidenan, Dino Patti Djalal, Thaksin menilai bahwa Indonesia memiliki stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. “Thaksin sangat terkesan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Dino pada hari Rabu lalu, seperti dikutip oleh Antara.

“Thaksin secara pribadi telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dan Thaksin tetap menjaga hubungan baik,” kata Dino. Dalam pertemuan tersebut, Thaksin yang berada di Jakarta untuk menghadiri forum investasi regional (IRIF) menyatakan minatnya untuk melakukan investasi di sektor pelabuhan laut. Tidak disebutkan lokasi dan jumlah investasi yang akan dilakukan.

AOC akan bangun pabrik di Indonesia
Perusahaan pembuat monitor komputer terbesar di dunia, AOC, akan membangun pabriknya di Indonesia.
GM AOC untuk kawasan Asia Pasifik, Ray Zhuo yang dikutip oleh Asia Pulse pada hari Kamis lalu mengatakan bahwa perusahaan asal Amerika tersebut akan menentukan lokasi pembangunan pabriknya pada kuartal terakhir tahun ini.

“Kami telah berhasil di beberapa negara lain dan kami akan melakukan hal yang sama di Indonesia,” kata Ray. Menurut Ray, pihaknya telah melakukan penelitian untuk lokasi pembagunan pabrik dan diharapkan keputusan akan dapat diambil pada bulan September atau Oktober. Humpuss akan siapkan dana$200 juta untuk pembelian kapal PT Humpuss Intermoda Transportasi akan menyiapkan dana sebesar $200 juta untuk membeli 7 unit kapal. Menurut laporan Investor Daily pada Selasa lalu, Humpuss akan membeli 3 unit kapal tanker yang akan memiliki kapasitas yang sesuai dengan persyaratan untuk melewati Kanal Panama dan 4 tanker lain yang berukuran lebih kecil. Menurut presiden direktur Humpuss Intermoda, Agus Darjanto, dana untuk pembelian kapal tersebut akan berasal dari pinjaman atau penjualan obligasi . Pemegang saham perusahaan telah menyetujui penjualan obligasi senilai $150 juta. Belum ditentukan kapan waktu penjualan obligasi tersebut. Menurut Agus Darjanto, Humpuss akan kembali melakukan penawaran saham untuk publik pada bulan September mendatang.

Chandra Asri akan bangun pabrik butadiene senilai $120 juta
PT Chandra Asri, satu-satunya perusahaan Indonesia yang bergerak dalam pengolahan naphtha, akan menyiapkan dana sebesar $120 juta untuk membangun pabrik pengolahan butadiene pertama di Indonesia.

Butadiene adalah bahan baku untuk pembuatan casing telepon genggam. Direktur keuangan Andre Setiawan yang dikutip oleh Bloomberg pada Selasa lalu mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah menemukan pembeli yang akan membeli setidaknya setengah dari produksi perusahaan yaitu antara 80 ribu metrik ton sampai dengan 100 ribu ton. Pabrik tersebut, sesuai dengan rencana akan selesai pada semester kedua tahun 2011. “Permintaan dalam negeri saat ini sangat tinggi,” kata Andre yang mengatakan bahwa saat ini, para pembeli Indonesia masih harus mengimpor butadiene dalam jumlah besar dari luar negeri dengan harga yang mahal. Chandra Asri adalah perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan public PT Barito Pacific, yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu.

Iklan
%d blogger menyukai ini: